Kamis, 02 Juli 2015

sampai seseorang memintaku bicara

diam tapi sebenarnya tidak benar benar diam. karena dalam diam pun aku masih bisa mengeja kalimat kalimat yang tidak mampu benar benar ku cecerkan keluar. diam tapi tidak benar benar diam. karena dalam diam pun aku masih sesekali meneriakkan kata per kata yang hanya mampu ku cegah luber. diam tapi tidak benar benar diam. karena dalam diam ini pun aku terus menata tiap tiap seruan yang seharusnya dilontarkan tapi terus saja kutelan lagi. dan kemudian yang tersisa terus saja kebisuan. hening. sampai seseorang memintaku bicara.

Rabu, 24 Juli 2013

jarak

berubah. ya. semua bisa berubah. termasuk kamu. juga aku mungkin. dan yaah... kita.
pernah memperhatikan? kalau kamu yang bertanya dan aku yang harus menjawab, maka jawabanku adalah 'selalu'. maksutku adalah memperhatikan mmh.. kita. ah maaf mungkin harusnya aku tidak menyebut dengan sebutan 'kita', mungkin harusnya 'aku' dan 'kamu'. begitu mungkin lebih baik. memang seharusnya kan? tapi mauku ini segera berubah, berubah menjadi 'kita', tapi mungkin sulit.
perhatikan. lihat jarak kita. kita berjarak. entah sejauh apa tapi yang jelas aku tau ini semakin ketara. semakin jelas. selangkah.. selangkah... selangkah..... jauh....... semakin jauh.... lalu diantara kita hanya akan ada jarak. coba tebak siapa yang menciptakan? salah satu diantara kita, ya, atau mungkin orang lain.
oh ya, apa kamu tau cara membunuh jarak? lakukan. atau kalau tidak setidaknya ajari aku, baru setelah itu biar aku yg melakukan.

Minggu, 16 Juni 2013

ini tanggal 16 yang ke 12. setaun ya? ah.... sebenernya ini nggak seharusnya diinget. sebenernya ini bukan mauku inget soal ini. tapi toh keinget juga. sebenernya ini postingannya juga nggak penting. iya. tapi yaudah lah udah terlanjur ketulis juga. sebenernya....... ini udah malem ya? iya. yaudah. selamat malam deh :)

Kamis, 30 Mei 2013

Pernah kamu sekhawatir ini?

Tentang kamu.. aku nggak tau hatimu masih kebagi atau enggak. enggak kan? gitu sih kayaknya. aku percaya. lebih tepatnya berusaha percaya. aku takut. sungguh. takut sama semua pikiran buruku tentang kamu, takut sama kenyataan yang nggak sesuai keinginanku yang mungkin aja terjadi. aku khawatir? iya. tentu. Hey! tapi ternyata aku nemuin ketakutan lain. gimana kalau justru hatiku yang akan terbagi? gimana kalau ada orang lain yang dateng, menyelinap disela sela aku dan kamu? gimana kalau pada akhirnya orang itu menciptakan perasaan lain disini, dihatiku? gimana kalau tiba tiba besok aku bangun dan mendapati hatiku nggak lagi seutuhnya buat kamu, terbagi. gimana? pernah nggak sih kamu sekhawatir ini?

Jumat, 10 Mei 2013

halo :)

     halo selamat malam. lagi apa kamu? lagi dimana? sama siapa? oiya maaf ya selalu kepo soal kamu. selalu mau tau ini itu tentang kamu. boleh nggak sih?
     dan maaf sering diam diam ngeliatin kamu hihi. maunya sih kamu balik ngeliatin. saling pandang. lama...... dan pada akhirnya aku juga yang tersipu. selalu gitu kan? dan karena saling pandang itu rasanya..... ah sulit diungkapin. lucu.
     maaf juga selalu tiba tiba muncul, atau tiba tiba menyela kata katamu, atau kadang bikin kamu jengkel, atau sekedar cari perhatianmu, atau apa pun. mau tau kenapa? sekedar ingin deket..... sama kamu. itu aja.
     oiya, jangan salahin aku ya buat semua kelakuanku. ini kan gara-gara kamu. iya. karena kamu yang jadi alasan kenapa aku selalu gitu :)

Kamis, 21 Februari 2013

sederhana kan?

       Cinta itu sederhana kan? 'dia' datang ketika ingin datang, pergi ketika ingin pergi. ya.. aku suka bagian ketika 'dia' datang.
       Bahagia itu juga sederhana, iya kan? dicintai.. iya dicintai kamu. Atau setidaknya sekedar untuk menyukaiku.  Hey kamu, bisakah ini jadi sungguhan, bukan sekedar jadi harapan?
       Kecewa juga sederhana kan? iya... kalau diacuhkan...kamu. Hey, jangan ya?
       Semua sederhana menurutku
       Sesederhana perkenalan kita. Bukan sengaja bertemu, tapi dipertemukan. iya kan? tanpa kata 'hai' atau jabatan tangan di awal pertemuan. Tapi keadaan yang menyapa dan menjabat kita. Tau tau saja kita sudah saling kenal. Takdir, kurasa. iya kan?
       Dan sesederhana tawamu
       Sesederhana senyummu
       Sesederhana matamu... waktu menatapku
       Sesederhana 'kamu'. Karena kamu yang begitu, kamu yang seperti ini, kamu yang sekarang, ya.. aku suka.
       Lalu satu lagi. Sesederhana aku menyukai 'kamu'. Karena perasaan ini datang tiba-tiba, tanpa alasan. tanpa permisi. tanpa isyarat. Pelan... tapi detik detik berikutnya sudah memenuhi ruang 'kosong'ku. Tau tau saja namamu sudah menjadi virus dikepalaku. Hebat kan? iya. Hebat. Dan semua sesederhana itu. Benar kan?