Cinta itu sederhana kan? 'dia' datang ketika ingin datang, pergi ketika ingin pergi. ya.. aku suka bagian ketika 'dia' datang.
Bahagia itu juga sederhana, iya kan? dicintai.. iya dicintai kamu. Atau setidaknya sekedar untuk menyukaiku. Hey kamu, bisakah ini jadi sungguhan, bukan sekedar jadi harapan?
Kecewa juga sederhana kan? iya... kalau diacuhkan...kamu. Hey, jangan ya?
Semua sederhana menurutku
Sesederhana perkenalan kita. Bukan sengaja bertemu, tapi dipertemukan. iya kan? tanpa kata 'hai' atau jabatan tangan di awal pertemuan. Tapi keadaan yang menyapa dan menjabat kita. Tau tau saja kita sudah saling kenal. Takdir, kurasa. iya kan?
Dan sesederhana tawamu
Sesederhana senyummu
Sesederhana matamu... waktu menatapku
Sesederhana 'kamu'. Karena kamu yang begitu, kamu yang seperti ini, kamu yang sekarang, ya.. aku suka.
Lalu satu lagi. Sesederhana aku menyukai 'kamu'. Karena perasaan ini datang tiba-tiba, tanpa alasan. tanpa permisi. tanpa isyarat. Pelan... tapi detik detik berikutnya sudah memenuhi ruang 'kosong'ku. Tau tau saja namamu sudah menjadi virus dikepalaku. Hebat kan? iya. Hebat. Dan semua sesederhana itu. Benar kan?
